
15.31 |
Posted in
I Think
Category:
I Think
��
Musik dari biola yang dimainkan seseorang yang lihai memainkannya akan terdengar merdu damai tentram. Itulah agama, membuat damai dan tentram. Ketika tak tahu bagaimana memainkannya, akan terdengar sangat menyakitkan telinga. Itulah agama jika tidak tahu ilmunya.
“Hari ini kita belajar surat Al Ma'un.”
“Pa, sudah empat kali kita belajar surat ini.”
“Sudahkah kamu mengamalkan ayat-ayat tersebut? Al Quran tidak untuk dihafal, tapi diamalkan.”
QS Al-Ma’un 107] ayat 1 s/d 7 sbb :
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6. orang-orang yang berbuat riya,
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
“Hari ini kita belajar surat Al Ma'un.”
“Pa, sudah empat kali kita belajar surat ini.”
“Sudahkah kamu mengamalkan ayat-ayat tersebut? Al Quran tidak untuk dihafal, tapi diamalkan.”
QS Al-Ma’un 107] ayat 1 s/d 7 sbb :
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6. orang-orang yang berbuat riya,
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
“It was almost 7pm in Mexico City, 1968. One hour earlier the winners of the 26 mile Olympic marathon had crossed the finish line. It had been a grueling hot day as the high altitude affected all the athletes.
The sky was beginning to darken and most of the stadium was empty. As the last few spectators were preparing to leave, police sirens and flashing lights caught their attention.
A lone runner, wearing the colours of Tanzania had just emerged through the stadium gate. Limping, with his leg bandaged he found the last of his endurance to step up his pace and finish the race. His name was John Stephen Akhwari.”
18.11 |
Posted in
Renungan
Kita sedang menyaksikan bangsa Jepang menghadapi bencana: gempa, tsunami, dan nuklir sekaligus. Lewat televisi, Facebook, dan Twitter, kita tahu seluruh dunia memuji mereka karena terlihat bagaimana Pemerintah Jepang yang terus mengobarkan semangat dengan tenang dan tidak emosional, bekerja tenang dan teratur, meminta warga tetap waspada, mengimbau warga bahu-membahu menghadapi bencana, termasuk menghemat listrik dan makanan, serta meminta maaf karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik bergilir.Pemerintah juga memberikan tips-tips menghadapi bencana, menyediakan call centre yang bisa dihubungi 24 jam, dan mengirim tim SAR dari setiap prefektur menuju lokasi-lokasi bencana. Warga dan pemerintah bahu-membahu menyelamatkan korban sehingga terasa betul bahwa di Jepang manusia benar-benar sangat berharga. Terlihat pula pemandangan warga yang saling menyemangati.
Kesimpulan seperti ini juga dilaporkan oleh Rouli Esther Pasaribu, mahasiswa Indonesia di Jepang, yang sejak 14 Maret 2011 laporannya beredar di berbagai milis di Indonesia. Ditambah lagi, di televisi tak ada lagu melankolis ala Ebiet G Ade, tak kelihatan posko-posko bencana swasta yang mengumpulkan sumbangan, serta tak ada tayangan korban dengan tangis amat memilukan. Semua tenang, terkendali, dan bekerja dengan teratur.
Kata Rouli, inilah gambaru—secara populer diterjemahkan sebagai berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan, bekerja hingga batas kemampuan terakhir, atau melakukan sesuatu dengan segala daya dan upaya, bahkan yang terpahit sekalipun, untuk mencapai yang terbaik.
Rouli sendiri sempat muak lahir batin dengan gambaru ini karena sejak menjadi mahasiswa dua tahun lalu, dirinya terus dicekoki dengan gambaru oleh para profesornya tanpa belas kasihan. Namun, hatinya luluh kini dan berganti takzim pada gambaru sesudah beberapa hari terakhir menyaksikan bagaimana bangsa Jepang tampil dengan elegan menghadapi peluluhlantakan oleh kuasa alam berskala Richter 9,0 ini.
Kini Rouli takjub pada gambaru. Ia memuji gambaru. Inilah semangat bertahan sampai ke mana pun, berusaha habis-habisan hingga yang terujung. Mau sesusah apa pun persoalan, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri agar bisa menang atas persoalan itu.
Maksudnya, jangan manja, jangan cengeng, tetapi kita harus menganggap semua persoalan sebagai kewajaran hidup. Hidup pada dasarnya memang susah. Jadi, jangan pernah berharap yang gampang atau enak. Persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik, tegas Rouli dengan gaya seorang motivator.
”Gambaru” dan etos Jepang
Adalah Robert N Bellah, profesor Sosiologi dari Harvard, yang pada 1957 menerbitkan risetnya tentang kebudayaan Jepang menjadi buku berjudul Tokugawa Religion: The Cultural Roots of Modern Japan. Dari buku ini dunia menjadi mafhum bahwa Jepang bukanlah bangsa peniru seperti cukup lama dikira orang, melainkan bangsa yang mempunyai ”roh tersendiri, etos yang khas Nippon” yang terutama disemai oleh Dinasti Tokugawa (1600-1868).
Dalam berbagai literatur populer, etos Jepang ini tampil sebagai gi, bersikap benar dan bertanggung jawab; yu, berani dan kesatria; jin, murah hati dan mencintai; rei, bersikap santun dan hormat; makoto, bersikap tulus dan sungguh-sungguh; melyo, menjaga martabat dan kehormatan; serta chugo, mengabdi dan loyal.
Secara generik dan sublim, semua kebajikan tersebut muncul menjadi gambaru. Di medan perang ia pernah tampil sebagai kamikaze (angin dewa yang berani hingga mati). Di bidang bisnis ia populer sebagai kaizen (semangat kesempurnaan dalam meningkatkan kualitas produk atau pekerjaan).
Kini kita tahu, gambaru adalah mahasiswa yang belajar mati-matian untuk meraih prestasi akademik tertinggi. Gambaru adalah atlet yang berlatih keras untuk memenangi pertandingan. Gambaru adalah wiraniaga yang bekerja keras dan kreatif untuk meningkatkan penjualan. Gambaru adalah hakim yang mati-matian menegakkan keadilan.
Ya, gambaru mempunyai pengertian bekerja keras dengan sabar, bertekun dan berfokus pada sasaran, penuh semangat dan antusiasme. Bahkan, ketika berpisah pun, orang Jepang saling berucap ”gambare” (diartikan sebagai teruslah bekerja keras sampai tujuanmu tercapai).
Setelah gempa bumi Kobe 1995, slogan ”Gambare Kobe” digunakan untuk mendorong rakyat Kobe merekonstruksi kota mereka dan membangun kembali kehidupan mereka.
Masyarakat Jepang juga menggunakan ekspresi ini di antara anggota kelompok untuk mendorong satu sama lain dalam kegiatan yang membutuhkan kerja sama. Sebagai contoh, selama pelajaran olahraga di sekolah, anak-anak akan sering terdengar berteriak ”gambare” atau ”gambatte” untuk mendorong teman-teman mereka dalam pertandingan.
Pada Piala Dunia 1998 yang digelar di Perancis, pendukung tim Jepang bersorak dengan meneriakkan slogan ”Gambare Nippon!” Selama kejuaraan, slogan itu terus digunakan pada acara televisi dan iklan setiap hari. Gambaru adalah sari pati etos Jepang yang membuat mereka berhasil bangkit dari kehancuran sebagai pecundang Perang Dunia II menjadi sejaya mantan musuhnya, bahkan menjadi sahabat mereka. Ratusan tahun gambaru telah menjadi kekuatan bangsa Jepang menghadapi kekuasaan alam, keganasan perang, dan persaingan bisnis global.
Kini kita menyaksikan gambaru Jepang lewat televisi: menghadapi gempa, tsunami, dan bencana nuklir. Seorang teman yang budayawan mengatakan, Jepang itu tangguh, tanggap, berorientasi pada masalah, bertindak terukur, dan bermartabat. Mereka merupakan sebuah kesaksian abad ini di depan mata kita tentang siapakah ”Sang Manusia” itu.
”Gambaru” Indonesia?
Kita pun sebagai bangsa yang bertanah air rentan gempa seperti Jepang mesti terus memperkuat diri kita. Sampai gempa dan tsunami serupa muncul di sini, gambaru Indonesia bolehlah kita pakai untuk mengenyahkan korupsi, membasmi mafia, dan membereskan masalah infrastruktur (biang mega-kemacetan Jakarta) negeri ini.
Buat bangsa Jepang, kami salut kepadamu!
JANSEN SINAMO Direktur Institut Darma Mahardika; Pegiat Etos Kerja Profesional; Guru Etos Indonesia (Dimuat di Kompas, 18-3-2011)
Kesimpulan seperti ini juga dilaporkan oleh Rouli Esther Pasaribu, mahasiswa Indonesia di Jepang, yang sejak 14 Maret 2011 laporannya beredar di berbagai milis di Indonesia. Ditambah lagi, di televisi tak ada lagu melankolis ala Ebiet G Ade, tak kelihatan posko-posko bencana swasta yang mengumpulkan sumbangan, serta tak ada tayangan korban dengan tangis amat memilukan. Semua tenang, terkendali, dan bekerja dengan teratur.
Kata Rouli, inilah gambaru—secara populer diterjemahkan sebagai berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan, bekerja hingga batas kemampuan terakhir, atau melakukan sesuatu dengan segala daya dan upaya, bahkan yang terpahit sekalipun, untuk mencapai yang terbaik.
Rouli sendiri sempat muak lahir batin dengan gambaru ini karena sejak menjadi mahasiswa dua tahun lalu, dirinya terus dicekoki dengan gambaru oleh para profesornya tanpa belas kasihan. Namun, hatinya luluh kini dan berganti takzim pada gambaru sesudah beberapa hari terakhir menyaksikan bagaimana bangsa Jepang tampil dengan elegan menghadapi peluluhlantakan oleh kuasa alam berskala Richter 9,0 ini.
Kini Rouli takjub pada gambaru. Ia memuji gambaru. Inilah semangat bertahan sampai ke mana pun, berusaha habis-habisan hingga yang terujung. Mau sesusah apa pun persoalan, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri agar bisa menang atas persoalan itu.
Maksudnya, jangan manja, jangan cengeng, tetapi kita harus menganggap semua persoalan sebagai kewajaran hidup. Hidup pada dasarnya memang susah. Jadi, jangan pernah berharap yang gampang atau enak. Persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik, tegas Rouli dengan gaya seorang motivator.
”Gambaru” dan etos Jepang
Adalah Robert N Bellah, profesor Sosiologi dari Harvard, yang pada 1957 menerbitkan risetnya tentang kebudayaan Jepang menjadi buku berjudul Tokugawa Religion: The Cultural Roots of Modern Japan. Dari buku ini dunia menjadi mafhum bahwa Jepang bukanlah bangsa peniru seperti cukup lama dikira orang, melainkan bangsa yang mempunyai ”roh tersendiri, etos yang khas Nippon” yang terutama disemai oleh Dinasti Tokugawa (1600-1868).
Dalam berbagai literatur populer, etos Jepang ini tampil sebagai gi, bersikap benar dan bertanggung jawab; yu, berani dan kesatria; jin, murah hati dan mencintai; rei, bersikap santun dan hormat; makoto, bersikap tulus dan sungguh-sungguh; melyo, menjaga martabat dan kehormatan; serta chugo, mengabdi dan loyal.
Secara generik dan sublim, semua kebajikan tersebut muncul menjadi gambaru. Di medan perang ia pernah tampil sebagai kamikaze (angin dewa yang berani hingga mati). Di bidang bisnis ia populer sebagai kaizen (semangat kesempurnaan dalam meningkatkan kualitas produk atau pekerjaan).
Kini kita tahu, gambaru adalah mahasiswa yang belajar mati-matian untuk meraih prestasi akademik tertinggi. Gambaru adalah atlet yang berlatih keras untuk memenangi pertandingan. Gambaru adalah wiraniaga yang bekerja keras dan kreatif untuk meningkatkan penjualan. Gambaru adalah hakim yang mati-matian menegakkan keadilan.
Ya, gambaru mempunyai pengertian bekerja keras dengan sabar, bertekun dan berfokus pada sasaran, penuh semangat dan antusiasme. Bahkan, ketika berpisah pun, orang Jepang saling berucap ”gambare” (diartikan sebagai teruslah bekerja keras sampai tujuanmu tercapai).
Setelah gempa bumi Kobe 1995, slogan ”Gambare Kobe” digunakan untuk mendorong rakyat Kobe merekonstruksi kota mereka dan membangun kembali kehidupan mereka.
Masyarakat Jepang juga menggunakan ekspresi ini di antara anggota kelompok untuk mendorong satu sama lain dalam kegiatan yang membutuhkan kerja sama. Sebagai contoh, selama pelajaran olahraga di sekolah, anak-anak akan sering terdengar berteriak ”gambare” atau ”gambatte” untuk mendorong teman-teman mereka dalam pertandingan.
Pada Piala Dunia 1998 yang digelar di Perancis, pendukung tim Jepang bersorak dengan meneriakkan slogan ”Gambare Nippon!” Selama kejuaraan, slogan itu terus digunakan pada acara televisi dan iklan setiap hari. Gambaru adalah sari pati etos Jepang yang membuat mereka berhasil bangkit dari kehancuran sebagai pecundang Perang Dunia II menjadi sejaya mantan musuhnya, bahkan menjadi sahabat mereka. Ratusan tahun gambaru telah menjadi kekuatan bangsa Jepang menghadapi kekuasaan alam, keganasan perang, dan persaingan bisnis global.
Kini kita menyaksikan gambaru Jepang lewat televisi: menghadapi gempa, tsunami, dan bencana nuklir. Seorang teman yang budayawan mengatakan, Jepang itu tangguh, tanggap, berorientasi pada masalah, bertindak terukur, dan bermartabat. Mereka merupakan sebuah kesaksian abad ini di depan mata kita tentang siapakah ”Sang Manusia” itu.
”Gambaru” Indonesia?
Kita pun sebagai bangsa yang bertanah air rentan gempa seperti Jepang mesti terus memperkuat diri kita. Sampai gempa dan tsunami serupa muncul di sini, gambaru Indonesia bolehlah kita pakai untuk mengenyahkan korupsi, membasmi mafia, dan membereskan masalah infrastruktur (biang mega-kemacetan Jakarta) negeri ini.
Buat bangsa Jepang, kami salut kepadamu!
JANSEN SINAMO Direktur Institut Darma Mahardika; Pegiat Etos Kerja Profesional; Guru Etos Indonesia (Dimuat di Kompas, 18-3-2011)
Category:
Renungan
��
11.14 |
Posted in
Bisnis Online,
Riview
Flipping website pada intinya adalah bisnis jual beli website. Website adalah aset seperti halnya rumah dan saat ini mulai lumrah untuk diperjual belikan. Website yang di jual umumnya memiliki value/nilai , seperti :- Menghasilkan income rutin perbulan , baik dari contextual advertising (adsense) maupun affiliate marketing(Clickbank, Amazon, dll)
- Punya konten dan umur domain (domain age) yang cukup lama (lebih dari tiga tahun) sehingga akan mudah memperoleh rangking dengan SEO

Mengapa orang mau membeli website ? . Pembeli umumnya melihat website yang dia minati bisa ditingkatkan dan dijual dengan harga yang lebih tinggi. Namun ada juga yang tidak menjualnya kembali dan hanya ingin menghasilkan yang jauh lebih besar.
Maulana Malik seorang Mahasiswa, mengungkapkan rahasia step by step bagaimana mendapatkan earning dari menjual website, produk ini menurut saya sangat lengkap sekali di bandingkan yang pernah saya beli di forum adsense-id, isi dari produknya di bagi menjadi 2 bagian, start up website dan Expert Website Flip.
1. Start up website
Disini di bahas bagaimana menjual website yang baru jadi sehingga laku dijual sekitar 250-320 dollar, dan diungkapkan pula tips dan trik mengoptimalkan sebuah website dengan memberikan value (design dan content unik) lebih ,sehingga dapat laku 2-3 kali lipat. Dipandu dengan full tutorial dan ebook penunjang menjadikan tutorial ini mudah untuk diikuti.
2. Expert Website Flip (Established website)
Berbeda dengan yang telah dipelajari pada panduan start up, di sini lebih di bahas bagaimana membuat sebuah website yang dapat dijual dengan nilai yang lebih tinggi bahkan sampai nilai 4 digit dollar. Dibahas bagaimana sebuah website yang sudah menghasilkan earning dari berbagai sumber, membuat sebuah produk creation dengan memanfaatkan jasa outsourcing, dibahas juga mengenai menciptakan list building dengan menggunakan autoresponder, cara ini di gunakan internet marketer dalam menjaring prospekan dan meledakkan earning.
(Ex : getfreewebdesigns.com , debate.org , coolestpicture.com , etc )
Kedua modul diatas sangat bagus dan lengkap, tapi yang terpenting .... ACTION !!!
Jadi jika Anda ingin menghasilkan uang cash dengan cepat, strategi membuat website untuk dijual, mungkin model bisnis ini cocok buat Anda.Namun ingat, model bisnis ini tidak memberikan cashflow atau penghasilan kontinu jika Anda berhenti bekerja .
��
08.52 |
Posted in
Bisnis Online
Beberapa waktu yang lalu bahkan sampai sekarang blog monetize masih berfokus dengan berjualan link (link sales), berjualan review (paid review), pay per click (PPC), dan affiliate produk untuk mendapatkan penghasilan (earning). Tetapi kini, Anda dapat menjual produk apapun (produk fisik), dengan beragam jenis dan dapat menjangkau pembeli dari sabang sampai merauke bahkan seluruh dunia.
Dropshipping adalah sistem jualan online, yang membolehkan kita menjual produk apapun yang dimiliki oleh perusahaan dropshpper dengan harga wholesale (gudang) dan menjual kembali dengan harga retails, tanpa dipusingkan dengan menyimpan stock dan melakukan pengiriman. Tugas kita hanya mendisplay produk, menerima pembayaran, melakukan order dan menghitung profit.
Dengan kata lain, Anda sebagai penjual tidak perlu membeli barang terlebih dulu untuk dijual, melainkan hanya menyediakan sarana pemasaran seperti di ebay, group, facebook, website, blog, dan lain-lain. Sistem bisnis ini seperti halnya makelar dagang. Sebagai penjual, Anda akan melakukan pemesanan barang hanya pada saat ada pembeli saja, lalu barang tersebut akan dikirim langsung oleh dropshipper (penyedia barang) langsung ke alamat pembeli.
Sebagai penjual, Anda akan memperoleh keuntungan berupa selisih harga jual Anda ke pembeli, dengan harga sesunguhnyayang Anda dapatkan dari dropshipper.
Produk yang dijual dapat bermacam-macam baik untuk produk lokal maupun produk luar negeri, untuk produk lokal sesuai yang di tawarkan perusahhan dropshipper lokal yang menawarkan penjualan melalui metode dropshipper, sedangkan untuk produk luar, Anda dapat menjual T-shirt, elektronik, toys, alat-alat rumah tangga, aksesoris, produk kesehatan dan masih banyak yang lainnya.
Sebagai contoh, Anda menjual toys produk realistic attack helicopter with IR Remote dengan harga wholesale (gudang) USD 11.97, Anda dapat menjual kembali dengan harga retail US$ 53.99

Sebagai penjual, Anda akan memperoleh keuntungan berupa selisih harga jual Anda ke pembeli, dengan harga sesunguhnyayang Anda dapatkan dari dropshipper.
Produk yang dijual dapat bermacam-macam baik untuk produk lokal maupun produk luar negeri, untuk produk lokal sesuai yang di tawarkan perusahhan dropshipper lokal yang menawarkan penjualan melalui metode dropshipper, sedangkan untuk produk luar, Anda dapat menjual T-shirt, elektronik, toys, alat-alat rumah tangga, aksesoris, produk kesehatan dan masih banyak yang lainnya.
Sebagai contoh, Anda menjual toys produk realistic attack helicopter with IR Remote dengan harga wholesale (gudang) USD 11.97, Anda dapat menjual kembali dengan harga retail US$ 53.99

Berapa profitnya ?? USD53.99 – USD11.97 = USD42.02
Modal USD 11.97 (modal dari pembayaran konsumen) mendapatkan
keuntungan USD 42.02. Artinya profit 351%, Luar Biasa!
Modal USD 11.97 (modal dari pembayaran konsumen) mendapatkan
keuntungan USD 42.02. Artinya profit 351%, Luar Biasa!
sangat mengasyikkan bukan, berikut penyedia produk dropshipping luar negeri :
- Produk elekronik
Chinavasion (www.chinavasion.com)
Deal Extreme (www.dealextreme.com)
- Produk berbagai macam barang
Lightinthebox (www.lightinthebox.com)
- Produk Elektronik dan gadget
Focal price (www.focalprice.com
Sunsky-online (www.sunsky-online.com)
-Produk komputer dam aksesoris
NCIX (www.ncix.com)
Other Worlh Computing (www.mascales.com)
-Produk T-shirt
Designselling (www.designselling.com
Teesvend (www.teesvend.com)
Bagi yang berminat belajar sistem dropshipping di ebay, silahkan kunjungi :
1. http://www.belajarebay.com/
2. http://www.rahasiaebay.com/
3. Forum bisnis ebay : http://bisnisebay.com/forum.php
Anda dapat menjalankan bisnis ini tanpa perlu repot melakukan hal-hal di bawah ini :
- Tanpa repot menyimpan barang
- Tanpa repot mengurus gudang
- Tanpa repot melakukan perawatan barang
- Tanpa perlu dipusingkan dengan proses pengiriman dsb
- Produk elekronik
Chinavasion (www.chinavasion.com)
Deal Extreme (www.dealextreme.com)
- Produk berbagai macam barang
Lightinthebox (www.lightinthebox.com)
- Produk Elektronik dan gadget
Focal price (www.focalprice.com
Sunsky-online (www.sunsky-online.com)
-Produk komputer dam aksesoris
NCIX (www.ncix.com)
Other Worlh Computing (www.mascales.com)
-Produk T-shirt
Designselling (www.designselling.com
Teesvend (www.teesvend.com)
Bagi yang berminat belajar sistem dropshipping di ebay, silahkan kunjungi :
1. http://www.belajarebay.com/
2. http://www.rahasiaebay.com/
3. Forum bisnis ebay : http://bisnisebay.com/forum.php
Anda dapat menjalankan bisnis ini tanpa perlu repot melakukan hal-hal di bawah ini :
- Tanpa repot menyimpan barang
- Tanpa repot mengurus gudang
- Tanpa repot melakukan perawatan barang
- Tanpa perlu dipusingkan dengan proses pengiriman dsb
Category:
Bisnis Online
��About Me
- ludvy4life
- I'm just an Ordinary people who loves to learn and still looking for the true happiness in life.
Filsuf Bicara
"Semakin aku banyak membaca, semakin aku banyak berpikir; semakin aku banyak belajar, semakin aku sadar bahwa aku tak mengetahui apapun -- Voltair ---
Bermimpilah, karena Tuhan memeluk mimpi-mimpi itu
--Arai - Sang Pemimpi --
Bermimpilah, karena Tuhan memeluk mimpi-mimpi itu
--Arai - Sang Pemimpi --
Tukar Link dan Promosi Website - Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang. Klik disini! \































