09.17 | Posted in , ,
Setiap diri kita punya dua ekor "singa" yang selalu bersaing. Keduanya saling berusaha untuk saling menjatuhkan. Mereka berusaha untuk saling menjatuhkan. Mereka berusaha untuk menjadi pemimpin bagi yang lainnya. Pertarungan diantara mereka tak pernah tuntas karena selalu saja terjadi pergiliran kemenangan. Kalah-menang dalam persaingan itu layaknya mata koin yang selalu berganti-ganti. Dan kita sering dibuat bingung, sebab kedua kekuatan baik-buruk ini terlihat sama kuatnya. Singa yang pertama terlihat baik dan tenang, garakannya perlahan namun pasti. Badannya pun kokoh, bulunya terartur walaupun suaranya keras, terdengar menenangkan buatku. Singa yang satu lagi menakutkan, gerakannya tak beraturan, sibuk menerjang kesana-kemari, punggungnya kotor, bulunya koyak, suaranya parau dan menyakitkan.

Tapi, siapakah pemenangnya saat ini dalam diri Anda ?. Singa yang kokoh dengan bulu yang teratur ataukah singa yang berbulu koyak dan menakutkan ?, lalu singa macam apa yang kini sedang menguasai Anda, "Singa yang optimis, pantang menyerah, tekun, sabar, damai, rendah hati, dan toleran ; ataukah "singa" yang pesimistis, tertekan, mudah menyerah, sombong dan penuh dengki ?. Saya percaya, kita sendirilah yang menentukan kemenangan bagi kedua singa-singa itu. Jika kita sering memberi "makan" pada singa yang damai tadi, maka imbalannya akan kita dapatkan. Jika kita terbiasa untuk memupuk optimisme dan pantang menyerah, maka "singa" keberhasilanlah yang akan kita peroleh. Namun sebaliknya , jika setiap saat kita memendam marah dan menebar prasangka, dengki, bersikap tak sabar dan mudah menyerah, maka akan jelaslah "singa" macam apa yang jadi pemenangnya.

Teman biarlah "singa-singa" punuh semangat hadir dalam jiwa Anda. Rawatlah singa-singa itu dengan keluhuran budi, dan kebersihan nurani. Susunlah bulu-bulu kedamaiannya, cermati terus rahang persahabatannya, dan pertajam kuku-kuku kesabaran miliknya. Biarkan singa ini yang jadi pemenang. Namun jangan biarkan "singa-singa" pemarah menguasai pikiran Anda. Jangan pernah berikan kesempatan bagi kedengkian itu untuk membesar dan menjadi penghalang keberhasilan. Jangan biarkan rasa pesimis, jiwa yang gundah, tak sabar dan rendah diri menjadi pemimpin bagi Anda.

Dikutip dari : Kekuatan Cinta (30 Nasihat bagi jiwa perindu Nur Ilahi) oleh Irfan Toni Herlambang .


Category: , ,
��

Comments

0 responses to "Dua Ekor Singa"