12.55 | Posted in
Amerika Serikat (USA) sebagai negara super power yang selama bertahun-tahun membiayai perang Irak, membuat defisit anggaran (APBN) terus menggelembung dan pada periode yang sama mengalami defisit perdagangan luar negeri. Sementara itu, tingkat tabungan masyarakat AS sangat rendah, utang rumah tangga telah melampaui pendapatan yang siap dibelanjakan. Untuk membiayai perekonomian yang boros, satu-satunya cara ialah terus berutang. Surat-surat utang terus diterbitkan, baik oleh pemerintah maupun swasta. Gelombang hutang terus membumbung, gagalnya Lehman Brothers dalam melakukan dana kelolaan miliaran dollar AS membuat sebagian besar pengelola diberbagai belahan dunia cemas. Mereka tidak mampu menghentikan gelombang krisis finansial, meski telah digelontorkan dana talangan triliunan dollar AS dan nilai penjaminan bagi nasabah.Kekacauan Ekonomi di AS merambat keseluruh dunia.

Dampak Krisis Global yang melanda dunia ini yang paling terkena imbasnya adalah sektior industri. Banyak industri yang menggantungkan fundamentalnya pada pasar Internasional seperti AS dan Eropa secara tidak langsung akan terkena cukup dalam. Proses deindustrialisasi atau penurunan jumlah industri, gejolak krisis global saat ini mengarah terjadinya proses itu. Akankah Indonesia mengalami proses deindustrialisasi ?.

Beberapa sektor Industri seperti tekstil, otomotif dan industri lainnya merasakan dampak krisis global dunia. Kita melihat dan mendengar berita dikoran dan Televisi. Beberap Industri besar dunia kolaps seperti Nikon di Thailand merumahkan 1500 karyawannya, Pabrik Philips di Belanda mem-PHK 1600 karyawan, dll. Industri Otomotif diberbagai negara terpaksa mengurangi jumlah karyawannya dan bahkan menghentikn sementara produksinya, seperti General Motors yang telah membeli saham Daewoo tengah mempertimbangkan untuk menghentikan sementara produksinya, Isuzu Motor Ltd dan Mazda Motor Corp berencana memangkas sekitar 2700 karyawan sementaranya di Jepang, Pabrikan mobil asal Amerika Chrysler menyatakan akan memotong 25% gaji karyawannya dan juga mengumumkan negosiasi pilihan apakah pabrik ini dijual atau dimerger masih terus dibahas.

Dampak krisis keuangan global bagi perekonomian Indonesia diperkirakan berlangsung dalam dua hingga empat tahun, imbas dari krisis ini adalah ancaman gelombang PHK. Gelombang PHK ini akan menimpa jutaan pekerja di Indonesia, baik yang bekerja disektor formal maupun informal. Pada akhir tahun ini atau awal tahun depan sedikitnya 350.000 pekerja kelas menengah (skill worker) akan kehilangan pekerjaan dan lebih dari 3,5 juta pekerja kelas bawah (unskill worker) terancam kehilangan pekerjaan hal ini karena imbas ekspor Indonesia ke AS dan Eropa sepi order.

Pemerintah seharusnya mengambil langkah untuk menangani ancaman gelombang PHK besar-besaran yang melanda dunia dan Indonesia termasuk mencari alternatif ekspor ke negara selain AS dan Eropa misalnya Asia dan Afrika. Mudah-mudahan Indonesia dapat cepat mengatasi dampak krisis global ini.

Sumber : Dari berbagai sumber

Category:
��

Comments

1 Response to "Dampak Krisis Global"

  1. ACHILES97 On 28 November 2008 17.31

    mudah2an pemerintah dapat mengambil langkah yang cerdas utk mengatasi krisis global ini..semoga saja..thanks buat share nya